Politeknik
Negeri Jakarta merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang membuka
program dan mengeluarkan ijazah bagi penyandang disabilitas di Indonesia
bahkan di ASEAN.
Kampus
dengan program ini sangat jarang ditemui, bahkan Politeknik Negeri
Jakarta merupakan satu-satunya di perguruan tinggi
yang membuka program dan mengeluarkan ijazah bagi penyandang
disabilitas di Indonesia bahkan di ASEAN.
Karena banyak dari penyandang disabilitas yang ingin mengenyam pendidikan tinggi, Politeknik Negeri Jakarta menyediakan jurusan khusus bagi mereka, dengan fasilitas dan perlakuan khusus juga tentunya.
Pada
awalnya kegiatan perkuliahan bertempat di gedung serba guna di PNJ.
Kemudian, dipindahkan ke gedung arsip yang berada di lantai satu.
Terdiri dari 10 kelas dengan ukuran ruangan yang berbeda-beda. Jumlah
dosen yang mengajar di program setara D III atau diploma ini terdapat
17 orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.
Untuk
bisa berkuliah di program ini, para calon mahasiswa harus melewati
beberapa tahapan dari administrasi hingga tes psikologis klinis yang
terdiri dari tes kepribadian dan tes menggambar. Orang tua calon
mahasiswa juga harus menyerahkan catatan medis anaknya serta mengisi
assesment. Pihak kampus juga meminta catatan penilaian dari guru sekolah
asal. Hal ini bertujuan agar pihak kampus bisa menyesuaikan kebutuhan apa yang harus disediakan untuk para mahasiswa khusus tersebut.
Untuk lulus dalam program ini, sama seperti program reguler. Para mahasiswa juga dituntut untuk dapat menyelesaikan tugas akkhir di semester 6, mahasiswa semester akhir diwajibkan untuk membuat karya, dan dipamerkan sebagai tugas akhir.
Hingga saat ini, tercatat ada 79 mahasiswa aktif di program tersebut dan biaya perkuliahan per semester di program MP-WNBK berkisar pada harga Rp 8 juta-Rp 10 juta saat ini.
Comments
Post a Comment